Indonesia melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaannya, termasuk membangun sistem pertahanan yang kuat.

Pembangunan sistem pertahanan yang kuat ditujukan untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan NKRI dan keamanan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam rangka menjaga kedaulatan negara dari ancaman dan gangguan, Indonesia menerapkan sistem pertahanan semesta (sishanta).

Situs resmi Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa sistem pertahanan Indonesia bersifat universal dan mencakup semua sumber daya nasional

yang disiapkan sebelumnya oleh pemerintah.

Dilakukan secara holistik, terpadu, terarah dan berkelanjutan dalam rangka menjaga kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.

Baca juga: Bentuk dan Contoh Bela Negara

Sistem pertahanan semesta terdiri dari empat komponen, yaitu komponen utama, komponen cadangan, komponen pendukung, dan pelatihan bela negara.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Komponen utama Sishanta adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jadi TNI lah yang berada di garda terdepan dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara Indonesia.

Dalam buku Ilmu Pertahanan (2016) karya Syarifuddin Tippe dijelaskan bahwa TNI memiliki dua opsi untuk menjaga kedaulatan Indonesia, yaitu dengan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

OMSP mempunyai fungsi mengatasi gerakan separatisme bersenjata, penanggulangan aksi terorisme, pengamanan daerah perbatasan, pengamanan obyek vital nasional yang strategis, pengamanan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya dan sebagainya.

Baca juga: Bela Tanah: Tujuan, Fitur dan Manfaat
Partisipasi warga di Sishanta

Upaya menjaga kedaulatan negara dilakukan tidak hanya oleh TNI

, tetapi juga oleh warga negara. Karena sistem pertahanan semesta mencakup semua sumber daya nasional.

Warga negara adalah salah satu sumber daya nasional, artinya warga negara terlibat dalam Sishanta. Komitmen warga di Sishanta tercermin dalam penyelenggaraan pelatihan bela negara.

Pelatihan bela negara dilakukan untuk menghasilkan kader bela negara yang siap menjadi komponen cadangan dan komponen pendukung.

Komponen pengganti dan komponen penahan beban digunakan untuk meningkatkan dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama. Selain itu, kader bela negara juga berperan sebagai garda terdepan dalam menangkal ancaman nonmiliter.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) mencakup semua komponen, tidak hanya TNI, tetapi juga warga negara. Semua bersatu padu mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id