B.J. Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936. Ia menjadi Presiden ketiga Republik Indonesia dengan masa jabatan singkat 1 tahun 5 bulan.

Dari buku Inspirasi Habibie karya A. Makmur Makka mengutip kutipan orang tuanya Habibie

dan saudara-saudaranya yang lain, yang sejak kecil diajari berbahasa Belanda dengan lancar. Dan pada saat dia di sekolah menengah, potensinya di bidang itu sudah terlihat.

Terlepas dari potensinya di bidang tersebut, Habibie tampaknya sangat menyukai seni di masa mudanya. Bahkan selama studinya di Aachen, ia menikmati bekerja dengan seni pertunjukan.

Kepribadian Indonesia yang sangat berkecimpung di dunia pendidikan ini juga memiliki banyak hal yang bisa ditiru dalam hal pembelajaran. Berdasarkan buku The True Life of Habibie karya A. Makmur Makka, ada pendapat populer tentang B.J. Habibie tentang belajar dan bekerja.
Baca juga:
Karakter BJ Habibie: Profil Jejak Karir

Habibie pernah berkata bahwa seseorang hanya bisa konsisten mengungguli.

Dan tidak apa-apa baginya untuk membuat beberapa kesalahan saat belajar.

Lebih penting baginya untuk memulai dari awal dan mencari tahu di mana kesalahannya. Buku itu juga menyatakan bahwa baginya tidak ada cara lain untuk belajar selain memecahkan masalah secara langsung.

Juga, tidak masalah untuk berdebat tentang sesuatu yang tidak terlalu penting. Hal-hal seperti itu justru membuat kita tidak produktif.

Mantan Presiden Republik Indonesia yang juga dikenal dengan kesetiaannya ini pernah percaya bahwa kesuksesan seseorang ditentukan dari seberapa banyak masalah yang bisa dia selesaikan. “Jika Anda seorang penyair, jadilah seorang penyair. Jika Anda seorang pembangun, jadilah seorang pembangun. Jika Anda seorang mekanik, jadilah seorang mekanik,” katanya seperti dikutip dalam buku The True Life of Habibie.

Menurut Habibie, detail bisa dikuasai secara konsisten. Yang dimaksud dengan detail di sini

adalah orang yang tidak menghargai hal-hal yang terkesan kurang berharga tidak pantas menjalankan perusahaan besar.

Pepatah Jerman yang dia suka dan biasanya dia tunjukkan kepada teman-temannya adalah “Jika Anda tidak menghargai Plenning, Anda tidak mendapatkan thaler (sekitar dua setengah DM)”.

Baca juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id