Kota Usa di Prefektur Oita, Jepang, adalah satu-satunya habitat alami salamander raksasa Jepang. Spesies ini ditemukan mati pada tahun 2018 di saluran irigasi distrik Innaimachi, Usa-shi, Oita.

Salamander raksasa Jepang disebut-sebut sebagai aset budaya, oleh karena itu sangat penting. Oleh karena itu, pejabat setempat kemudian membuat tampilan 3D (tiga dimensi) dari jenis yang kemudian ditampilkan kepada publik.

Penciptaan model 3D salamander raksasa Jepang adalah proyek pemerintah kota Usa

(Usa-shi). Sekarang proyek pemodelan selesai dan publik dapat melihat hasilnya di situs web resmi.
Pemodelan 3D untuk menunjukkan semua sisi tubuh salamander

Spesies salamander raksasa Jepang, yang merupakan aset budaya, kini terlihat jelas di semua sisi tubuhnya melalui pemodelan 3D. Bahkan, pemirsa juga dapat melihat kerangka dan organ dalam spesies yang dibuat dalam model 3D transparan.

Proyek pemodelan 3D dilakukan oleh perusahaan teknologi Jepang

yang berbasis di Yokohama, yaitu JMC Corp. Proyek ini merupakan “kontrak” dari Dewan Kota Usa di Prefektur Oita. Pemodelan 3D sekarang didasarkan pada salamander raksasa Jepang sepanjang 73 sentimeter yang kebetulan disimpan di dalam freezer.

Pemodelan 3D spesies yang terancam punah menggunakan pemindai berbasis tomografi terkomputasi (CT scanner), yang kemudian menyinari sampel dengan sinar-x untuk mendapatkan gambar struktur internal salamander, yang kemudian direproduksi secara grafis.

Hasil pemodelan 3D ini kemudian menunjukkan tampilan luar salamander, tampilan kerangka salamander dan gambar tomografi struktur internal.
Model 3D Salamander untuk penggunaan pendidikan

Pemerintah kota Usa di Prefektur Oita telah memutuskan untuk memulai proyek pemodelan 3D salamander raksasa Jepang untuk tujuan pendidikan dan penelitian. Selain itu, pemerintah pusat telah menetapkan salamander raksasa Jepang sebagai aset budaya.

Sungai Yakangawa di Distrik Innaimachi, Kota Usa adalah rumah bagi spesies salamander

langka ini. Sejak tahun 2000, dewan kota telah menggunakan microchip spesies untuk perlindungan (420 microchip telah digunakan sejauh ini).

Pemerintah Jepang merekomendasikan model 3D salamander raksasa Jepang sebagai alat bantu pengajaran. Model 3D menunjukkan bahwa salamander menyimpan benda-benda yang tidak tercerna seperti cakar krustasea dan tulang katak. Model tersebut juga menunjukkan bahwa spesimen salamander yang ditemukan mengalami patah pada rahang bawah.

Kemudian, model 3D menunjukkan bahwa salamander memiliki gigi vomerine, yang merupakan sejumlah besar gigi runcing. Hal ini menunjukkan bahwa salamander adalah spesies predator.
Model 3D menggantikan operasi yang sulit

Menurut pejabat setempat, salamander raksasa Jepang dan amfibi besar lainnya sulit untuk dibedah dan dijadikan spesimen. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk mengetahui struktur kerangka dan fitur lainnya secara rinci.

Namun, semua kesulitan ini diselesaikan dengan pemodelan 3D. Nantinya, model 3D ini dapat digunakan untuk penelitian untuk mengajar siswa sekolah dasar tentang ekologi salamander dan mempromosikan minat masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama sungai sebagai habitat salamander ini.

Model 3D spesies salamander raksasa Jepang dapat dilihat di Situs Web Resmi City of Usa, Situs Web Resmi JMC Corp, dan Buku CT Seibutsu Zukan.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/