Dalam rangka 16 tahun berdirinya, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam rangka peningkatan mutu pendidikan kedokteran di Indonesia.

Saat kerjasama ini ditandatangani, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diwakili oleh Direktur Jenderal Pendidikan

Tinggi (Ditjen Dikti), Prof. Nizam.

Ketua Dewan Kedokteran Indonesia (KKI) Putu Moda Arsana mengatakan ruang lingkup letter of intent ini antara lain mendorong dan mengawal penyelenggaraan pendidikan kedokteran, serta melaksanakan program penyesuaian bagi dokter dan dokter gigi.

Baca Juga: Bisa Digunakan Untuk Diet, Ini Khasiat Kolang Kale Menurut Pakar IPB
KKI bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Selain itu, evaluasi penerapan standar kompetensi lulusan pelatihan profesi kedokteran dan kedokteran gigi, pelaksanaan program adaptasi bagi dokter dan dokter gigi serta pertukaran data dan informasi.

“Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman dan perjanjian kerjasama tersebut

, maka kerjasama antara KKI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu dioptimalkan guna meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Pasalnya, bisa mendatangkan manfaat. “Dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Putu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (29 April 2021).

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Menurut Putu Moda Arsana, UU Praktik Kedokteran mengharuskan KKI mengesahkan Standar Pendidikan Profesi dokter dan dokter gigi.

Baca Juga : JCO Donuts Buka Lowongan Lulusan SMA/Lulusan SMK, D3, S1
KKI telah menerima perintah berdasarkan Undang-Undang Praktik Kedokteran

Standar ini disusun oleh asosiasi lembaga pendidikan kedokteran-gigi dan universitas kedokteran-gigi.

Koordinasi dengan asosiasi profesi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran/gigi, asosiasi rumah sakit pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Kesehatan.

Selain itu, UU Praktik Kedokteran juga mengatur bahwa dokter dan dokter gigi yang telah lulus di luar negeri dan akan berpraktik di Indonesia harus dinilai.

Meliputi keabsahan ijazah dan kemampuan praktik kedokteran.

Kemampuan bekerja sebagai dokter dibuktikan dengan sertifikat keikutsertaan dalam program adaptasi dan sertifikat kompetensi.

Baca juga: Mahasiswa, Itu Nama Kapal Selam TNI AL Di Sebelah KRI Nanggala-402

Hal ini terkait erat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Terutama dalam perannya yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Indonesia, dalam standar pendidikan, dalam menentukan validitas ijazah dan dalam program penyesuaian bagi dokter/dokter gigi yang berasal dari luar negeri.

“Sejak KKI berdiri, sudah ada kerja sama antara KKI dan Kemendikbud untuk mendukung pelaksanaan diklat kedokteran. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesepakatan kerjasama antara KKI dengan Dirjen Dikti pada tahun 2012 lalu,” ujar Putu Moda. .
Tugas KKI

Konsil Kedokteran Indonesia atau KKI adalah badan yang otonom, mandiri, nonstruktural, dan mandiri yang bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. KKI didirikan pada tanggal 29 April 2005 di Jakarta.

Dalam Pasal 7 Undang-Undang Praktik Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 (UUPK), KKI memiliki fungsi dan kewajiban sebagai berikut:

Baca juga: Mahasiswa, Mari Kenali Ilmuwan Penemu Aljabar dan Angka Nol

  1. Pendaftaran dokter dan dokter gigi.
  2. Pengesahan standar pelatihan profesi dokter dan dokter gigi
  3. Penyuluhan pelaksanaan praktik kedokteran, dilakukan bersama dengan instansi terkait dalam rangka peningkatan mutu pelayanan medis.

LIHAT JUGA :

https://indi4.id/
https://connectindonesia.id/
https://nahdlatululama.id/
https://www.bankjabarbanten.co.id/
https://ipc-hm2020.id/
https://sinergimahadataui.id/