Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung melakukan uji aktivasi sirene peringatan tsunami untuk mengantisipasi dampak gempa Megathrust di Jawa Selatan.

Uji coba pengaktifan sirene tsunami dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Rabu (26/8) pukul 10.00 WIB. Uji aktivasi di Jawa Barat difokuskan di Pangandaran dan Sukabumi.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan uji aktivasi sirene

peringatan tsunami yang dilakukan pada pukul 10.00 WIB itu dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

“Selain untuk memastikan sirine peringatan tsunami berfungsi dengan baik, uji aktivasi sirene ini juga dilakukan sebagai bagian dari upaya penanggulangan tsunami yang bertujuan untuk meminimalkan risiko potensi bencana,” kata Rahayu dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8). ).

Menurut Rahayu, kegiatan ini dilakukan rutin setiap tanggal 26 pada pukul 10.00 WIB.

Rahayu mengatakan potensi bencana tsunami di pesisir selatan Jawa Barat cukup tinggi karena berbatasan langsung dengan Zona Megathrust.

Stasiun Geofisika BMKG Bandung sendiri telah menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan risiko bencana, yaitu sirene peringatan tsunami, sistem penerima peringatan generasi baru (WRS-NG) dan rambu-rambu jalur evakuasi.
Lihat juga:
[img-judul]
Kisah tsunami BMKG meluluhlantakkan Jakarta pada tahun 1883

“BMKG juga telah memasang sirine peringatan tsunami di beberapa wilayah pesisir selatan Jawa Barat, seperti Pangandaran dan Sukabumi,” kata Rahayu.

Empat sirine peringatan tsunami telah dipasang di Pangandaran

, yaitu Kantor Balawista Pantai Pangandaran, Kantor Telkom Pangandaran, Kantor Kecamatan Pangandaran dan di Bojong Salawe.

Untuk wilayah Sukabumi dipasang di tiga lokasi yaitu Kantor Penerangan Geopark Ciletuh, Menara Balawista Pantai Citepus dan Kantor Desa Citepus Menara Balawista. Namun, satu lokasi di Menara Balawista, Pantai Citepus, rusak saat menara runtuh akibat gelombang pasang 13 Agustus 2021.

“Kami memiliki peralatan penyebaran informasi gempa dan tsunami, WRS NG, yang telah dipasang di seluruh kantor BPBD di kota/kabupaten se-Jawa Barat. Jenis penyebaran WRS NG ini berfungsi untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang gempa bumi dan tsunami di sepanjang pantai oleh pemerintah setempat. kata Rahayu.
Lihat juga:
[img-judul]
BMKG ungkap titik gempa yang berpotensi memicu tsunami Jakarta

Selain sirine peringatan tsunami dan WRS-NG, BMKG juga telah membuat rambu-rambu evakuasi dan titik evakuasi sementara dan permanen bersama dengan pemerintah kota.

Jika terjadi gempa yang dapat memicu tsunami, segera diinformasikan oleh WRS NG dan sirene peringatan tsunami, yang memperingatkan penduduk di pantai untuk segera mengungsi setelah rambu-rambu evakuasi dipasang.

Lihat Juga

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/